VIVALIFE

Persembahan Terbaik dari Balawan

Reputasi gitaris Bali ini memang sudah mendunia.Talentanya luar biasa.
Jum'at, 3 April 2009
Oleh : Nenden NoviantiArief Budiman / Komunitas Kreatif Bali
I Wayan Balawan

VIVAnews - Di jagat gitar Tanah Air, rasanya tak ada yang tidak mengenal guitar hero asal Bali ini. Apalagi, reputasinya terbilang tidak sekadar terbentang di belantara regional, tapi sudah menjalar hingga ke mancanegara.

Publik penggemar musik jazz di Eropa, terutama yang berorientasi gitar, sudah dibuat ternganga oleh talenta luar biasa I Wayan Balawan saat tampil di berbagai event bergengsi. Sebutlah di antaranya seperti “East Meet West Gitarren Festival Edekoben” (Jerman) atau “Hell Blues Festival” di Norwegia.

Kini, tiga tahun sejak merilis “Magic Fingers”, Balawan hadir lagi dengan album baru berjudul “See You Soon”, yang kembali menyuguhkan kepiawaiannya bermain gitar.

Sebuah album yang sangat istimewa tentunya. Karena kali ini, selain kembali mengumbar teknik ketukan gitar (tapping) khasnya yang popular disebut eight finger touch style, Balawan juga menghidangkan ramuan musik yang bakal lebih nyaman terdengar di kuping orang banyak.

Ada musik, ada lirik. Meminimalisasi penggunaan elemen etnik dan lebih mengarahkan konsentrasi ke komposisi berkontur jazz dan rock. Bahkan, kali ini Balawan juga berani menjajal ruang pop dengan membawakan sebuah lagu karya Dewiq, berjudul “Asal Kau Mau”.

Dibanding album sebelumnya, Balawan menyebut konsep albumnya kali ini lebih cocok untuk kuping orang Indonesia. Karena selain banyak menyuguhkan lagu berlirik, ia juga memangkas penggunaan efek gitar yang berlebihan.

Semuanya diarahkan ke format yang lebih natural dan “manusiawi”. “Dulu saya sering memakai efek synthesizer, tapi sekarang orang akan mendengar suara gitar yang murni. Bahkan kali ini saya juga memainkan gitar akustik.

Karena kayaknya orang belum pernah mendengarkan saya memainkannya,” ungkapnya beralasan. Permainan gitar akustik Balawan bisa didengarkan di lagu berjudul nyeleneh, “I Don’t Want to Eat Alone Anymore”.

Berangkat dari alasan untuk mengaburkan pengaruh etnik, maka penggarapan album ini juga tidak melibatkan Batuan Ethnic, grup yang selama ini lekat menjadi band pengiringnya.

Sebagai gantinya, Balawan mengajak sebanyak 23 musisi session berkualitas untuk mematangkan materi lagunya. Dan di antaranya ada konstribusi tiga pemain bas terbaik di Indonesia saat ini, yakni Indro Hardjodikoro, Bintang Indrianto dan Arya Setiadi. “Karena saya butuh pemain yang bisa bikin enak lagu. Dan mereka semua adalah Indonesian bass diva,” cetusnya meyakinkan.

DVD Lesson
Untuk takaran gitaris sekaliber Balawan, tentunya akan terasa kurang “mengenyangkan” jika mendengarkan ia berakrobat dengan gitarnya hanya lewat rekaman berformat audio. Bagaimana jika juga disuguhkan dalam format visual? Nah, inilah kelebihan dari album rilisan Universal Music Indonesia ini.

Dengan harga yang terbilang murah untuk sebuah produk orisinil, kemasan album “See You Soon” dibuat menyatu dengan sekeping DVD guitar lesson dari Balawan. “Jadi dengan harga murah, pembeli bisa mendapatkan versi audio dan videonya sekaligus,” tandas Balawan. Di video tersebut, Balawan antara lain menunjukkan bagaimana ia memainkan “Try to Find You” dan “Magic Reong Jam”, dua lagu yang termuat di “See You Soon”.

Bagi Balawan, kemasan dengan DVD ini sangat berarti. Ini merupakan salah satu impian besarnya. Balawan ingin sekali membagi ke penggemarnya, atau ke khalayak yang lebih luas, tentang apa yang dimaksud dengan eight finger touch style.

“Karena kalau nggak salah, saya yang membawa teknik ini pertama kali ke Indonesia dan memopulerkannya. Supaya orang lebih mengenal dengan jelas tentang teknik tapping yang saya mainkan. Ini semacam pengukuhan saja, tapi penting sekali buat saya,” tegasnya penuh semangat.

Balawan yang dilahirkan di Bali pada 9 September 1973 silam ini mulai belajar gitar pada usia 8 tahun dan langsung membentuk band enam tahun kemudian. Sejak masih berusia 10 tahun, Balawan sudah bisa memainkan permainan rock cepat ala Yngwie Malmsteen.

Tahun 1993, Balawan ke Sydney (Australia) dan mendapatkan beasiswa untuk mendalami jazz di Australian Institute Of Music selama dua tahun. Lima tahun kemudian ia kembali ke Bali dan membentuk Batuan Ethnic Fusion yang berkonsep paduan gamelan Bali dan jazz.

Sejak itu, Balawan mengembangkan dan memopulerkan teknik “8 Fingers Tapping” atau “Touching Tapping Style” di Indonesia. Dengan modal teknik inilah, Balawan bisa mencetak reputasi mencengangkan dan tampil di berbagai event musik penting di dalam dan luar negeri.

Di antaranya menjadi salah satu penampil favorit di “Java Jazz Festival” dan “Jak Jazz Festival” di Jakarta serta “East Meet West Gitarren Festival Edekoben” (Jerman) dan “Hell Blues Festival” di Norwegia.

Diskografi:
Balawan (2001)
GloBALIsm (1999)
Magic Fingers (2005)
Trisum: 1st Edition (2007)
See You Soon (2009)

logo balebengong

TERKAIT
TERPOPULER