VIVALIFE

Beri Makan Burung dan Kunyah Permen Karet Bisa Berbuah Bui

Sebaiknya liburan ke suatu negara perhatikan budaya setempat.
Rabu, 28 Agustus 2013
Oleh : Beno JuniantoAnda Nurlaila (Bogor)
Merpati
VIVAlife - Liburan yang menyenangkan dan penuh pengalaman bisa berubah menjadi mimpi buruk bila tak meneliti budaya lokal tujuan wisata Anda. Alih-alih berlibur, wisatawan bisa menerima sanksi berupa denda atau bahkan penjara karena tidak meneliti hal-hal ilegal di negara tertentu.

Menggunakan pakaian kamuflase di Barbados akan berhadapan dengan pihak berwenang. Sementara di Barcelona, bertelanjang dada atau mengenakan bikini di daerah bukan pantai adalah sebuah pelanggaran.

Di Jepang, ada larangan impor semprotan hidung jenis tertentu, sedangkan di Fiji, berjemur topless adalah sebuah pelanggaran. Sementara itu di Maladewa, mempelajari agama lain selain Islam dilarang.

Perilaku yang tak ditolerir lainnya adalah memberi makan burung merpati  di Venesia dan mengunyah permen karet saat berada di kereta Singapura. Seperti dikutip Mirror, seperempat kasus turis Inggris yang membutuhkan bantuan di luar negeri adalah penangkapan dan penahanan.

Konsuler direktur layanan, Charles Hay, mengatakan, "Setiap tahun warga Inggris menemukan diri berada di sisi hukum yang salah, dan mengakibatkan denda. Dalam beberapa kasus mengakibatkan penangkapan bahkan hukuman penjara.

"Sangat penting untuk diingat bahwa hukum dan adat istiadat dapat sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain. Apa yang mungkin sangat legal di negara bisa dikenakan denda bahkan bui di negara lain."

Hay menyarankan, sebelum mendatangi tujuan wisata di luar negeri, sebaiknya teliti dahulu daerah tujuan sebelum mereka bepergian. (eh)
TERKAIT
TERPOPULER