« Kembali
Kemegahan Tarian Klasik Keraton Surakarta
Para keturunan Paku Buwono XII yang menarikannya.
Mutia Nugraheni, Fajar Sodiq (Solo)
Kamis, 13 Juni 2013, 20:41 WIB
Karaton Art Festival 2013 (VIVAlife/ Fajar Sodiq)
Karaton Art Festival 2013 (VIVAlife/ Fajar Sodiq)

VIVAlife - Daya tarik kota Solo memang tak ada habisnya. Selain kuliner, budayanya yang kental bikin banyak orang jatuh hati. Salah satunya, tarian klasik keraton yang bisa dinikmati dalam gelar Karaton Art Festival 2013.

Tarian tradisional peninggalan raja-raja Keraton Surakarta terdahulu ditampilkan dalam acara yang berlangsung selama dua hari, mulai 12 Juni kemarin hingga 13 Juni hari ini. Para keturunan Paku Buwono XII sendiri yang menarikannya.

Pentas tari digelar di area Siti Hinggil keraton yang terletak di alun-alun utara keraton. Tak hanya tamu undangan dan keluarga serta kerabat keraton yang bisa menyaksikan tari-tarian tersebut, masyarakat umum juga dipersilakan masuk untuk menikmati kemegahan tarian.
 
Pada hari pertama, pergelaran festival yang jatuh pada Rabu malam, 12 Juni 2013, dipentaskan Tari Bedoyo Sukoharjo, Tari Golek Sri Rejeki hingga fragmen Kilopo Warno. Tarian Kilopo Warno merupakan karya dari Raja Paku Buwono V.

“Tarian tersebut merupakan karya cipta Paku Buwono V saat masih bergelar Adipati Anom,” kata Sekretaris panitia Karaton Art Festival 2013, Daryono, kepada VIVAlife, Rabu malam, 12 Juni 2013.
 
Lalu, pada hari kedua festival, Kamis 13 Juni 2013, akan dipentaskan Tari Kirono Ratih, Tari Wireng Tohjoyo Bugis, Tari Bondan Kendhi, dan fragmen Kusumo Kudo. Gamelan yang mengiringi merupakan gamelan Kyai Kanjeng Soerakarta. Perangkat gamelan tersebut merupakan peninggalan Paku Buwono IV.

“Jadi, semua tarian maupun gamelan didominasi oleh hasil karya dan peninggalan raja Paku Buwono IV dan Paku Buwono V,” ujar Daryono
 
Para penari yang terlibat dalam didominasi keluarga keraton. Seperti halnya cucu Paku Buwono XII serta putra-putri Paku Buwono XIII.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival ini menyuguhkan tarian maupun kesenian Adiluhung Keraton yang dimainkan oleh para penari wayah (cucu) PB XII serta siswa-siswi Kawiyatan kebudayaan di lingkungan Keraton Surakarta,” kata Daryono.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Widdi Srihanto, mengatakan, acara festival keraton itu seperti halnya Mangkunegaran Performing Art yang menampilkan sejumlah kesenian dan kebudayaan peninggalan dari istana. “Event ini untuk ikut melestarikan kesenian peninggalan Rajapraja Keraton Surakarta,” ujarnya. (art)
• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com