« Kembali
Sel Punca Investasi Kesehatan Masa depan
Sel punca menjadi alternatif kesembuhan diabetes dan leukimia.
Mona Indriyani, Stella Maris
Kamis, 16 Mei 2013, 07:57 WIB
Sel punca (www.orthoui-rscm.org)
Sel punca (www.orthoui-rscm.org)

VIVAlife -Sel punca adalah sel murni atau sel induk yang melekat dalam tubuh manusia dan memiliki kemampuan unik, yaitu berdiferensiasi. Artinya sel ini dapat membentuk semua sel darah dan memperbaharui diri. Kini sel ini kerap digunakan sebagai alternatif pengobatan alami, karena mampu memperbaiki atau mengganti jaringan organ tubuh yang rusak.

Dalam dunia medis, penyakit seperti diabetes melitus, kanker, leukimia, talasemia, dan penyakit ganas lain dapat disembuhkan dengan cara transplantasi sel punca. Walau sel punca banyak ditemukan pada sumsum tulang belakang dan darah tepi (darah yang beredar ke seluruh tubuh), namun sel punca darah tali pusat kini semakin banyak digunakan sebagai sumber pilihan dalam kedokteran transplantasi.

Ini karena prosedur pengambilan sel punca dari sumsum tulang belakang dan darah tepi cukup menyakitkan dan tingkat kecocokan pendonor harus 100 persen. Sehingga ketersediaan pencarian donor membutuhkan waktu yang cukup lama. Tak hanya itu, sel induk akan ikut menua seiring pertambahan umur. Dengan demikian jumlah sel dibagian tersebut cenderung lebih sedikit.

Berbeda dengan pendonoran yang dilakukan dari darah tali pusat setelah proses kelahiran bayi. Dalam darah tersebut mengandung haematopoetic stem cell (HSC)--pembentuk darah--. Artinya darah tali pusat masih murni, belum terpapar faktor lingkungan eksternal, seperti virus maupun bahan kimia yang dapat mengubah struktur dan fungsi sel tersebut.

Karena diambil saat kelahiran bayi, maka tidak memunculkan risiko 'sakit' pada ibu dan bayi. Pengambilannya cepat dan siap digunakan saat dibutuhkan, karena potensi berdiferensiasi lebih tinggi, dibandingkan sel dari sumsum tulang belakang dan darah tepi.

"Transplantasi sel punca ini selain dapat digunakan untuk kedua orangtua, saudara kandung pun juga dapat menerima donor, ketika ada kelainan atau gangguan penyakit karena sel yang rusak. Dengan tingkat kecocokan 40 persen, transplantasi sudah dapat dilakukan," kata Andrew Ekaputra, PhD, Direktur Laboratorium Regional Cordlife, saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta.

Dengan demikian pemulihan pasien akan lebih baik dengan tingkat keberlangsungan hidup dua kali lebih besar bila menerima sel punca dari sumber yang berhubungan dengan keluarga. Ini artinya keputusan untuk investasi pada bank darah tali pusat menjadi salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan para orangtua saat ini.

Disamping itu, harga untuk mendapatkan satu ini sel punca dari sumsum tulang belakang diperkirakan mencapai angka sekitar Rp250juta, darah tepi sekitar Rp98juta, dan darah tali pusat jauh dibawah harga tersebut. Tak hanya itu, yang harus diketahui sel punca dapat bertahan hingga lebih dari 30 tahun. Oleh karena itu sel ini disimpan dibawah suhu -190 derajat selsius.

"Untuk itu keputusan menyimpan darah tali pusat adalah bagian penting dari masa kehamilan. Hanya ada satu kesempatan untuk mengambil darah tali pusat dari sang bayi, yaitu saat persalinan. Apabila kesempatan ini terlewatkan, maka sel punca hanya dapat diambil dari sumber lain," kata dokter kandungan, Dr. Erwinsyah Harahap, Sp.OG. (adi)
• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com