« Kembali
Batalnya Konser Rock Aerosmith
Alasan keamanan masih sulit diterima. Lalu kenapa?
Lutfi Dwi Puji Astuti, Siti Ruqoyah, Rizky Sekar Afrisia, Heryu Nandiasa
Jum'at, 10 Mei 2013, 15:15 WIB
Aerosmith  
Aerosmith  

VIVAlife- Sedianya Jakarta akan digoyang pentas grup musik cadas legendaris Aerosmith akhir pekan ini, 11 Mei 2013.  Tiket yang dijual sejak Maret pun sudah ludes. Para penggemar Aerosmith, yang berjaya sejak 70an hingga 90an, seperti tak sabar bergoyang dengan lagu “Dream On”, “I Don’t Wanna Miss A Thing”, atau “Jaded”.

Tiga promotor yang mengusung kelompok musik raksasa itu ke tanah air,  Ismaya Live, Dyandra Entertainment dan Sound Rhytm bangga bakal menyajikan konser bertajuk “Aerosmith Global Warming World Tour”.  Apalagi, Indonesia jadi salah satu negara Asia yang disambangi grup musik cadas dunia itu.

Band itu akan tampil dengan formasi lengkap awaknya, Steven Tyler (vokal), Joe Perry (gitar), Tom Hamilton (bas), Brad Whitford (gitar) dan Joey Kramer (drum).

Sejak awal Maret, para penggemar antre membeli tiket konser Aerosmith. Tiket pre-sale sebanyak 4.300 lembar seharga Rp500 ribu per lembar itu ludes dalam beberapa hari.  Pentas akan digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ruang pameran itu akan disulap jadi arena konser, yang bakal menampung 80 ton kargo peralatan musik dari Amerika Serikat. Panggung didesain apik, selebar 18 x 10 meter plus 15 meter buat catwalk.

Tapi, di awal Mei, para penggemar Aerosmith kecewa berat. Sepekan sebelum konser itu digelar, siaran pers diterima VIVAlife dari Helmi Sugara Promotions menyatakan, konser bertajuk  "The Global Warming World Tour 2013" itu dibatalkan atas dasar keamanan.

Lewat website resminya, Aerosmith juga mengungkapkan hal serupa. "AEROSMITH have been forced to cancel their Saturday, May 11 concert at JIExpo, Kemayoran Jakarta, Indonesia due to safety concerns."

Diakui Steven Tyler Cs, mereka punya banyak penggemar di Indonesia. Tapi sayang, mereka batal tampil show di Jakarta. "We want to apologize to all our fans who were expecting to see us and hope that one day we can make it up to them," ujar Aerosmith dalam website resminya, aeroforceone.com.

Sejatinya, sekitar 15.000 penonton bakal meramaikan pertunjukkan itu. Tiketnya juga sudah terjual sekitar 85 persen. Dengan pahit, promotor memberikan full refund sesuai nominal tiket yang telah dibeli melalui outlet mulai 11 Mei 2013.

Penggemar kecewa

Ribuan penggemar kecewa berat saat tahu idolanya batal tampil. Austri Mardiani salah satunya.  Wanita yang bekerja sebagai dokter gigi itu mengatakan Steven Tyler adalah idolanya. Steven kondang dengan "bibir seksi", dan aksi panggung yang selalu keren. Lebih dari itu, bagi Astri, tiket menonton Aerosmith dibelikan suaminya sebagai hadiah ulang tahun. Meski tengah hamil,  Austri tetap semangat ingin menonton.

“Apalagi semua personel sudah pada tua. Takutnya tak bisa melihat mereka konser lagi," ucapnya dengan nada kecewa.

Bukan hanya Austri, band aliran blues, Gugun Blues Shelter (GBS) yang sedianya akan tampil sebagai band pembuka dalam konser legendaris itu juga kecewa. Bahkan Gugun sang vokalis sampai menangis ketika mendengar kabar,  Aerosmith batal konser di Jakarta.

Pemain bas GBS, Jonathan Amstrong alias Jono, mengatakan mereka siap tampil. Kostum unik pun sudah jadi. Jono akan muncul ala pakaian Pangeran Charles, ditambah wig abu-abu, dan kaca mata hitam. Sementara Gugun, akan tampil dengan kostum buaya, dan Bowie bakal berbusana gaya lumba-lumba.

Mereka tentu sudah keluar banyak tenaga, dan dana. Misalnya, agar bisa tampil apik, mereka menyewa studio untuk latihan. “Bagi kami kerugian materi bukan soal. Tapi bisa tampil sebagai band pembuka untuk konser band legendaris adalah prestasi buat kami.”

Jono sendiri ragu dengan alasan Aerosmith batal konser karena soal keamanan, “Mungkin karena Aerosmith belum pernah ke Indonesia jadi mereka tak tahu kondisi sebenarnya seperti apa."

Pengalaman pertama

Seharusnya konser itu akan menjadi pengalaman pertama Aerosmith di Indonesia. Konser The Global Warming World Tour sebetulnya dimulai 16 Juni 2012 silam di Minneapolis, AS.

Berdasarkan rencana, vokalis Steven Tyler, gitaris Joe Perry dan Brad Whitford, bassist Tom Hamilton, serta drummer Joey Kramer hanya akan tur ke Indonesia, Filipina dan Taiwan untuk kawasan Asia. Mereka juga dijadwalkan tampil di Australia yang akan menjadi konser pertama mereka di sana setelah 24 tahun. Namun sayang, gara-gara alasan keamanan, Steven Tyler Cs batal ke Indonesia.

Aerosmith sendiri terakhir merilis album pada 6 November 2012 lewat Music from Another Dimension!. Album ke-15 itu direkam di Los Angeles, AS dan juga di studio milik Aerosmith yang berlokasi di Massachusetts, AS.

Terdiri dari lima belas lagu, album itu menampilkan duet Steven Tyler dengan Carrie Underwood pada lagu “Can’t Stop Loving You” dan juga vokal aktor Johnny Depp sebagai penyanyi latar pada “Freedom Fighter”.

Aerosmith adalah band rock Amerika Serikat yang punya rekor penjualan album paling tinggi dalam sejarah; 150 juta keping di seluruh dunia, termasuk 66,5 juta keping di Amerika Serikat saja. Mereka juga memegang rekor sebagai band Amerika Serikat dengan album yang meraih penjualan berstatus gold dan multi-platinum terbanyak.

Tonggak mereka di kancah musik rock diakui, dan tercatat di Rock and Roll Hall of Fame pada 2001 bersama nama besar  Queen, Michael Jackson, Paul Simon, dan Steely Dan. Aerosmith juga telah mengoleksi empat trofi Grammy Awards.

Jadi pemberitaan dunia

Berita buruk untuk Indonesia ini juga ramai diberitakan banyak situs asing di dunia, semisal Reuters, BBC, New York Post, TMZ, Daily Mail, hingga Hollywood Reporter. BBC melansir kabar bahwa Aerosmith tak mengungkapkan secara spesifik, apa yang membuatnya membatalkan konser. Padahal pihak promotor sudah 90 persen melakukan persiapan, namun akhirnya gagal.

TMZ  mengatakan alasan Aerosmith batal konser lantaran Indonesia kembali dilanda oleh isu bom. Dua tersangka militan ditangkap , dan bahan peledak disita. Menurut laporan, para militan diduga membuat bom untuk meledakkan Kedutaan Myanmar di Jakarta sebagai protes perlakuan Muslim Myanmar.

Aerosmith sendiri bukan musisi pertama yang membatalkan konsernya di Indonesia karena soal keamanan. Sebelumnya, tepat tahun lalu, Lady Gaga juga terpaksa membatalkan konsernya karena kecaman dan protes sejumlah organisasi massa.

Silih berganti demo penolakan Lady Gaga terjadi. Mereka menolak Lady Gaga konser lantaran penampilan juga aksinya yang dinilai terlalu vulgar. Ketika itu, pihak polisi menolak mengeluarkan surat izin konser Lady Gaga karena khawatir ricuh.

Batal karena tak aman?

Pengamat musik Bens Leo, tak begitu yakin jika alasan utama batalnya pentas Aerosmith di Jakarta karena soal safety concern. Ia menduga ada alasan lain. Kata Bens,  dia yakin Aerosmith ogah tampil konser karena ada sejumlah permintaan dalam riders—daftar catatan permintaan yang tak dipenuhi pihak promotor. Salah satunya, soal venue, dan kelengkapan set panggung yang tak sesuai permintaan Aerosmith.

Sebelumnya, Gun N Roses juga pernah tak cocok dengan venue yang disediakan pihak promoter. Akhirnya mereka menunda konser, dan dalam waktu 24 jam konser dipindah dari lapangan D Senayan ke Mata Elang Internasional Stadium Ancol. Konser itu akhirnya mundur satu hari, digelar 16 Desember 2012.

“Saya rasa, Aerosmith batalkan konsernya sama dengan Guns N Roses. Kayaknya arahnya ke sana,” kata Bens. Band sekelas Aerosmith pasti sangat mengutamakan keamanan dan kenyamanan tata panggung.
Alasan lain Aerosmith batal konser, bisa juga karena kondisi kesehatan salah satu personelnya. 

“Saya dengar kabar terakhir, pemain bass-nya, Tom Hamilton sakit, sehingga bisa dibilang mereka pilih konser ini ditunda. Tidak batal.”

Band legendaris seperti Aerosmith tentu ingin tampil dengan formasi lengkap.

Pihak promotor membantah jika pembatalan konser Aerosmith karena ada daftar riders yang tak dipenuhi. “Ini benar-benar murni karena safety concern. Ridersnya semua sudah dipenuhi dengan baik, dan nggak ada masalah,” ujar Sarah Deshita,  Media Relation Officer dari Ismaya Live.

Meski kecewa, Sarah mengatakan mereka sudah maksimal. ”Tapi dibatalkan tiba-tiba, ini di luar kuasa kami.”

Serupa dengan Bens Leo, Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan jika Jakarta aman dari segala ancaman. Jadi, alasan batal konser karena soal keamanan sulit diterima. Polisi bahkan menyatakan siap mengamankan konser yang tadinya bakal digelar 11 Mei itu. Soal perizinan pun beres, meski masih dalam proses.

"Kondisi Jakarta aman, meski ada ancaman bom,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto. (umi)

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com