« Kembali
Artis Koleksi Barang Mewah Demi Gengsi?
Membentuk penampilan dengan barang mewah, perlukah?
Wuri Handayani, Beno Junianto
Senin, 12 November 2012, 03:02 WIB
Angel Lelga, memilih signature elegan. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
Angel Lelga, memilih signature elegan. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

 

VIVAlife - Fashion dan wanita sepertinya menjadi dua hal yang sangat melekat. Anda juga pasti setuju, bagaimana wanita begitu menggilai tas, pakaian, sepatu, kacamata , atau aksesoris lainnya. Bahkan para produsen berani mengganti tren sesuai musim. Dapat dipastikan produk mereka bersih dalam satu musim tertentu, hingga harus mengganti dengan tren yang baru.

Item fashion mahal pun banyak diburu. Beberapa kelompok bahkan sudah tidak mencari berdasarkan fungsi, tapi sudah bergeser menjadi status yang dapat mendongkrak gengsi.

Sebut saja tas. Barang ini malah sudah menjadi perbincangan sehari-hari. Hampir semua wanita membicarakan 'tas branded'. Ekslusivitas hasil kepintaran para desainer ini memang sanggup mengubah penampilan seseorang, saat menentengnya. Menjadi lebih berkelas.

Branded=berkelas

Iming-iming "berkelas" ini memang sengaja diciptakan oleh para desainer. Mereka juga memasang nama-nama pesohor sebagai cara untuk menggenjot penjualan. Setidaknya tokoh yang dijadikan inspirasi desain tas in, adalah mereka yang memang memiliki signature gaya superior, dan menjadi panutan para pengikut mode.

Hermes misalnya, rumah mode ini mengeluarkan seri Kelly Bag yang terinspirasi dari Grace Kelly. Aktris cantik asal Amerika yang menikah dengan Pangeran Rainier III dari Monako. Atau Dior yang memasang Putri Diana sebagai salah satu seri keluarannya. Tas ini akhirnya laris di pasaran setelah foto-foto sang Lady Diana menenteng tas tersebar luas.

Gucci pun menggunakan strategi yang sama. Menggunakan ibu negara untuk seri tasnya. Kali ini Jacqueline Onnassis Kennedy atau Jeckie’O, yang diabadikan untuk seri Jackie. Tas ini terus diproduksi sejak tahun 70-an.

Alasan para wanita kemudian mencari tas-tas mahal, mungkin karena ingin berpenampilan seperti tokoh-tokoh tadi. Hermes, Prada, Gucci, Louis Vuitton, Miu Miu, Chloe, Chanel, atau yang lainnya, sekarang menjadi barang yang mudah dibeli, tanpa harus banyak berpikir.

Dalih lain untuk terus mengoleksi tas mewah ini, juga termasuk nilai investasinya. Karena tas mewah dianggap masih dapat dijual kembali dengan harga yang tidak terlalu jatuh. Benar atau tidaknya, yang jelas para wanita akan sangat terobsesi dengan barang yang sudah diinginkan. Harus memiliki kalau sudah terlanjut jatuh hati.

Seorang wanita di Dallas, bahkan rela merogoh koceknya hingga Rp1,8 miliar untuk sebuah Birkin Hermes, yang sekaligus memecahkan rekor tas termahal di dunia.

Produk keluaran rumah mode papan atas ini pun tidak hanya dikonsumsi masyarakat awam, para seleb pun terhipnotis oleh embel-embel branded. Penyanyi Rossa, Aktris Julia Perez, Syahrini, Mulan Jamela, Ayu Dewi, Angel Lelga, Aura Kasih dan juga pendatang baru Mikha Tambayong pun mengaku menggilai produk-produk fashion mahal ini. Bagaimana mereka memaknai barang-barang mahal ini?

Agel Lelga, kebutuhan pokok sekaligus hobi

Selain karena kecantikannya, aktris ini juga menjadi sorotan karena penampilannya yang lekat dengan tas-tas branded. Koleksi tasnya bahkan mencapai 60 buah. Sebuah skala yang lumayan besar untuk ukuran tas mahal.

Saat ditanya apakah dirinya juga menggunakan alasan prestis untuk membeli semua barang-barang ini, ia malah mengatakan kalau memiliki tas mahal ini sudah menjadi kebutuhan pokok dan hobinya.

"Mengoleksi tas seperti kebutuhan pokok, jadi sudah hobi. Saya kira semua perempuan punya fashion dia sendiri. Aku hanya ingin tampil cantik dan elegan, dengan tas yang cantik dan menarik," ujar Angel.

Wanita berkulit putih ini juga menyebut tas sebagai cerminan kepribadian. "Tas yang saya bawa harus cerminkan pribadi saya. Aku enggak suka berlebihan, aksesori yang gimana gimana, bisa ganggu mata, saya ingin yang melihat juga jadi senang dan nyaman," paparnya.

Namun bagi Angel, kenyamanan ini sebenarnya juga tidak harus ditunjukkan dengan pernik yang mahal. Pakaian biasa pun dapat terlihat mahal. Tergantung bagaimana kita memadukannya. Demikian ia menjelaskan.

"Orang sudah membentuk saya dengan brand. Walaupun pakai baju biasa, akan terlihat wow. Banyak koleksi saya yang enggak branded kok. Enggak harus selalu pakai brand. Enggak ada wanita yang enggak suka brand,” ujar aktris yang baru-baru ini melelang sebuah tas Hermes limited edition dengan harga 1 miliar ini.

Untuk menyimpan tas-tas yang kebanyakan keluaran Hermes ini, Angel bahkan mengkhususkan satu kamar miliknya. Ia juga menjadwalkan waktu sendiri untuk melakukan perawatan pada tas-tas kesayangannya.

Shayrini: "Ini penunjang penampilan"

Berbeda lagi dengan Syahrini yang terbilang lebih gila soal koleksi barang fashion. Mantan pasangan duet Anang Hermansyah ini bahkan membuatkan satu tempat spesial untuk menyimpan koleksinya. Ruangan yang diberi nama "House of Syahrini" ini memang sudah seperti butik. Penuh dengan pakaian, aksesoris, sepatu, tas, dan parfum. Yang semuanya terbilang mahal.

"Di tempat itulah, Syahrini  menyimpan segala pakaian dan segala keperluan manggung dan undangan," kata Yessi, manajer Syahrini kepada VIVAlife. Tak hanya itu, aktris yang selalu menciptakan jargon-jargon ini juga memiliki lemari tersendiri untuk mengamankan 400 pasang sepatunya.

Tentu Anda juga dapat membayangkan kira-kira sebesar apa lemari ini. Diantara sepatu-sepatu mahal ini, terselip merk yang menjadi favoritnya. Gucci, Calvin Klein, Loubotin, dan Louis Vuitton.

Syahrini mengaku barang-barang itu dibeli bukan hanya sebagai simbol status dirinya sebagai artis dan juga sosialita. Namun, sebagai artis, ia menyadari betapa penting penunjang penampilan tersebut. "Semua itu kan untuk menunjang penampilanku ya," ucap Syahrini.

Syahrini di Tokyo" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/04/25/152374_liburan-syahrini-di-tokyo_663_498.jpg" alt="Liburan Syahrini di Tokyo" width="954" height="717" />

Demi penampilan, Syahrini rela merogoh kantong dalam. Terlebih saat dirinya berkunjung ke luar negeri. Buat dia, itu adalah kesempatan bagus untuk berbelanja, mengingat barang-barang di sana terbilang lebih murah. Namun ia membantah soal budget miliaran untuk mendandani diri.

Aktris "bulu mata anti badai" ini mengatakan jika ia tidak jor-joran seperti yang dilihat khalayak. Harus menabung atau menyisihkan sebagian penghasilannya terlebih dahulu. Meski rumor yang berkembang, untuk sekali manggung saja ia sudah bisa mengantongi Rp70 juta.

Mikha Tambayong, masih puluhan juta

Penyanyi muda Mikha tambayong pun juga sudah terjangkit virus branded. Hanya saja ia mengatakan belum membeli barang-barang yang harganya mencapai ratusan juta. "Masih puluhan jutalah, usiaku kan masih segini. Agak gimana kalau pakai yang mahal-mahal, yang jelas nggak sampai ratusan jutalah," jelasnya.

Jika untuk usia belia saja ia melirik tas puluhan juta, bukan tidak mungkin harga ini juga akan beranjak naik seiring usianya. Yang jelas Mikha mengaku ia sedang tergila-gila dengan dua merk tas kenamaan. Hermes dan Celline.

Anehnya, Mikha malah tidak terlalu suka memakai tasnya. Terkadang ia hanya membeli untuk kesenangan. Saat ditanya berapa hitungan pasti untuk jumlah koleksinya, ia malah tidak dapat menyebutkan. Penyanyi yang juga pemain sinetron ini hanya mengatakan kalau jumlahnya tak terhitung.

Untuk mendapatkan tas-tas itu, selain membelinya di butik resmi, Mikha juga mempercayakan pembelian tas mewah tersebut pada sahabat-sahabatnya. "Kalau ada teman yang ke luar negri, aku suka titip ke mereka," pungkasnya. 

Lalu apa cerita Mulan Jamela, Aura Kasih, dan Julia Perez tentang deretan sepatu mahal mereka? Dan apakah barang-barang mahal ini dapat disebut investasi?     

Bersambung,,,

 

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com