« Kembali
Tanah Lot, Kesyahduan Berbalut Mitos
Indahnya pura yang dikepung air laut ini selalu mampu memanjakan mata.
Mutia Nugraheni, Febry Abbdinnah
Selasa, 26 Juni 2012, 15:16 WIB
Tanah Lot, Tabanan Bali (VIVAnews/Maryadie)
Tanah Lot, Tabanan Bali (VIVAnews/Maryadie)

VIVAlife - Semilir angin, terjangan ombak besar di tepi undakan batu, dan tenggelamnya matahari. Semuanya jadi pemandangan dambaan para pelancong, termasuk VIVAlife yang pekan lalu berkunjung ke Pura Tanah Lot, Bali.

Tampak anak-anak kecil berlarian di tepi pantai, muda-mudi mendokumentasikan kemesraan, atau mereka yang hanya sekadar duduk menikmati suguhan lukisan indah sang pencipta. Tanah Lot sudah pasti jadi sebuah objek wisata yang wajib dikunjungi ketika bertandang ke Bali.

Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan internasional juga tak mau melewatkan kesempatan untuk melihat keindahan pura yang berdiri kokoh di tengah kepungan air laut. Terdapat dua pura yang berdiri kokoh di atas bongkahan batu besar. Salah satunya, terletak di atas tebing.

Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan melengkung. Konon, bongkahan batu tersebut terpisah akibat persaingan antara Danghyang Nirartha dan Bendesa Beraben dalam menyebarkan ajaran Hindu.

Pura Tanah Lot

Biasanya, Tanah Lot akan ramai dikunjungi para pelancong pada sore hari untuk menyaksikan tenggelamnya matahari. Tapi, keramaian ini akan berganti dengan suasana syahdu saat  hari raya Odalan yang diperingati setiap 210 hari sekali. Jatuhnya, dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan.

Saat itu, keindahan bertambah dengan ramainya masyarakat bersembahyang di Pura ini. Bisa dibilang, pura ini menjadi tempat wisata yang dikeramatkan. Banyak pula mitos-mitos yang berkembang di Tanah Lot.

Masyarakat Bali percaya kalau pasangan muda-mudi yang datang tidak akan memiliki hubungan yang tahan lama. Apalagi, kalau mereka melihat ular keramat penjaga pura. Tak hanya itu, wanita hamil atau sedang haid dilarang untuk naik ke Pura Tanah Lot karena dianggap sedang kotor dan dilarang untuk melakukan ritual keagamaan.

Konon, pernah ada seorang wanita yang sedang haid ingin memasuki pura Tanah Lot melewati jembatan penghubung tebing. Tiba-tiba saja jembatan tersebut roboh. Karena itu, saat ini sudah tidak terdapat jembatan yang menghubungkan tebing.

Terdapat pula air suci di bawah pura yang diyakini dapat mendatangkan rezeki bagi yang meminumnya. Lalu, bagi yang membasuhnya, dapat awet muda. Obyek wisata Tanah Lot ini, terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan.

Setelah menikmati keindahan pura, hempasan ombak, dan sunset, VIVAlife pun mencuci mata dengan melihat beragam kerajinan khas Bali yang dijajakan sebelum pintu masuk. Tak ketinggalan melepas dahaga dengan es kelapa muda setelah seharian bermain di pantai. (eh)

Pemandangan matahari tenggelam di Tanah Lot Bali

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com