« Kembali
Membuat Virus HIV/AIDS "Tidur"
Butuh penghapusan stigma negatif, agar virus dalam darah nol.
Pipiet Tri Noorastuti, Stella Maris
Minggu, 24 Juni 2012, 17:36 WIB
belum ada obat penyembuh, tapi ada metode membuat virus melemah.  
belum ada obat penyembuh, tapi ada metode membuat virus melemah.  

VIVAlife - Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak akan menular walau hanya dengan bersentuhan! Minimnya pemahaman atas penularan HIV masih memunculkan stigma negatif di kalangan masyarakat. Termasuk ketika melihat anak yang memiliki orangtua dengan HIV/AIDS.

Penularan HIV/AIDS dari orangtua kepada anak dapat dicegah dengan konsumsi obat Antiretroviral atau ARV. Obat yang digunakan untuk menghambat perkembangbiakan retrovirus seperti HIV. Dengan kata lain, ARV mampu menghentikan reproduksi HIV di dalam tubuh.

Yang perlu dipahami adalah HIV menular dalam darah. Maka, hal pertama yang dapat dilakukan penyandang HIV ketika ingin memiliki anak adalah menekan jumlah virus HIV dalam darah serendah-rendahnya sampai tidak terdeteksi atau dalam jumlah nol.

Cara membuat virus itu "tidur" adalah dengan konsumsi ARV dan penggunaan CD4-sistem kekebalan tubuh (sejenis sel darah putih yang dipakai HIV untuk bereplikasi) dengan syarat yang telah ditentukan.

Meskipun belum mampu menyembuhkan, ARV mampu bekerja menurunkan angka kematian, yang tentu berdampak pada peningkatan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS. Itulah mengapa dunia mengampanyekan program Getting to Zero bagi penyandang HIV/AIDS.

Kepala Pusat Kajian Disabilitas dan Co-Director Pusat Perlidungan Anak di FISIP, Universitas Indonesia, Profesor Irwanto, Ph.D memaparkan tiga program pencegahan Getting to Zero, antara lain :

1. Zero new HIV infection
Bagi yang telah terinfeksi, sudah pasti harus mengonsumsi ARV terus menerus. Namun, ini tentu masih membutuhkan motivasi, baik dari keluarga terdekat dan lingkungan. Pada dasarnya mereka yang terinfeksi membutuhkan keterbukaan untuk diterima di masyarakat.

2. Zero AIDS-related death
Sebelum tahun 2009, mereka dengan HIV/AIDS umumnya tertular melalui penggunaan jarum suntik. Namun, kini faktor terbesar penularan bukan dari jarum suntik lagi, melainkan dari hubungan seksual dengan pasangan terinfeksi. Sebelum hal ini terjadi pada Anda, perlu edukasi yang benar agar mengetahui sedini mungkin pencegahan HIV. Termasuk menghindari berganti-ganti pasangan.

3. Zero discrimination
Ini adalah tahap yang paling sulit dari dua tahap sebelumnya, karena stigma negatif yang masih melekat. Agar tak menyulitkan tahap satu (zero new infection), hindari pengucilan supaya mereka dengan HIV/AIDS dapat meningkatkan kualitas hidupnya. (umi)

• VIVAlife   |   Share :  
  • gnuga21
    19/07/2012
       Laporkan
    Sebenarnya obat Hiv sudah ditemukan,akan tetapi raksasa pharmacy , masih memperhitungkan untung ruginya , bila mereka melepas hak paten arv kepada pasar bebas,jadi siapa yang mempunyai bahan bakunya mereka bisa memproduksi sendiri,tanpa harus import
berita terkait
  • Kasus HIV AIDS di Yogyakarta Serang Ibu Rumah Tangga

  • Empat Balita di Sukabumi Positif HIV/AIDS

  • 71 Persen Penderita AIDS Akibat Seks Bebas


Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com