« Kembali
Tiga Sutradara Top Berbagi Tips untuk Pemula
"Hanya ada dua cara untuk masuk ke dunia film di Indonesia," kata Joko Anwar.
Finalia Kodrati, Rizky Sekar Afrisia
Rabu, 13 Juni 2012, 13:28 WIB
Ilustrasi film  
Ilustrasi film  

VIVAlife - Setelah sempat terpuruk, industri film Indonesia kembali bangkit dengan makin munculnya film-film berkualitas dari sutradara kondang Tanah Air. Sebut saja "Laskar Pelangi", "The Raid", "Modus Anomali", "Lovely Man", dan "Dilema". Film-film itu mendapat penghargaan dan juga perhatian dunia.

Namun, dunia film tampaknya masih terlampau jauh dari jangkauan para filmmaker pemula. Tiga sutradara kondang, Riri Riza, Joko Anwar, dan Teddy Soeriaatmadja bersedia berbagi sedikit tips untuk pemula di bidang film.

"Hanya ada dua cara untuk masuk ke dunia film di Indonesia," kata Joko Anwar, sutradara "Modus Anomali", "Kala", dan "Pintu Terlarang".

Pertama, membuat reputasi sendiri dengan memperluas jangkauan film yang dibuat. "Sekarang ada sosial media, yang bisa membuat film makin dikenal," ujarnya dalam MPA ICAD Film Workshop di Grand Kemang, Jakarta, Rabu 13 Juni 2012.

Kedua, menurut Joko, dengan memasuki lingkaran dunia perfilman. "Berkenalan dengan produser atau sutradara yang mau mengorbitkan cerita kita menjadi sebuah film," lanjutnya.

Namun, sebelum melangkah ke arah itu, Riri Riza menyebutkan, pembuat film harus mampu membuat cerita yang bagus lebih dulu. Menurut dia, itulah kunci jika ingin membuat film kelas dunia.

"Kita harus fokus membuat cerita yang bagus lebih dulu, baru yang lain-lain," kata sutradara film "Gie" itu dalam kesempatan yang sama.

Teddy, sutradara "Lovely Man" menambahkan, selain cerita yang bagus, film juga harus dibuat secara berbeda. "Jangan menjadi follower, do something original," tegasnya.

Cerita yang berbeda, unik, dan belum pernah ada, akan mendapat kesempatan lebih. Uniknya, Teddy bukan hanya menyarankan untuk berbeda, tetapi juga personal.

"Semakin personal cerita itu dibuat, akan semakin menarik," tuturnya. Film akan terlihat lebih natural dan bernyawa, jika ceritanya digarap secara personal.

Dengan begitu, menurut Teddy, pembuat film bisa memasukkan hal terbaik yang ia miliki untuk membuat film yang bagus dan mendunia.

Yang terpenting setelah membuat cerita secara maksimal, Riri menimpali, adalah mencari production company yang mau memproduksinya. "Sebaiknya sinopsis saja dulu, karena setiap hari kami menerima banyak sekali naskah," sarannya. "Sesuaikan naskahnya dengan visi misi production company-nya," jelas Riri. (art)

• VIVAlife   |   Share :  
berita terkait
  • Beradegan Seks di Film, Cinta Ratu Dicibir Keluarga

  • Cinta Gugat Adegan Diperkosa, Ini Tanggapan Produser

  • Intip Kisah Film Horor yang Dihebohkan Cinta Ratu


Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com