VIVAnews - Kesuksesan film The Raid di kancah internasional terus mendapat sambutan positif dari masyarakat luar negeri. Bahkan, setelah ditayangkan di Amerika Serikat selama satu bulan sejak 23 Maret lalu, film garapan sutradara Gareth Evans ini berhasil meraup pendapatan sekitar US$3,5 juta atau sekitar Rp32 miliar.
Diakui oleh sang produser, Ario Sagantoro, bisa menayangkan film anak bangsa di Amerika Serikat memang menjadi suatu kebanggaan dan kesempatan besar. Ia juga bersyukur, harapan film ini untuk menembus Hollywood pun akhirnya tercapai.
"Sampai saat ini, film The Raid masih terus bertahan dan masih diputar di AS. The Raid bersaing dengan film luar negeri lainya. Bisa diputar di sana saja sudah bagus. Membuka kesempatan besar bagi film Indonesia untuk dikenal di dunia internasional," katanya saat dihubungi VIVAnews, Kamis 26 April 2012.
Meski begitu, dia menyatakan, posisi The Raid yang sempat melesat tajam di box office AS kini mulai mengalami penurunan. Sebelumnya, film ini berada di posisi 11 dengan penghasilan sebesar US$1.228 juta atau sekitar Rp11 miliar. Namun pekan ini, peringkatnya turun menjadi 14.
"Masalah peringkat sih sebenarnya fluktuatif, masih naik turun. Beberapa waktu lalu sempat di peringkat 11 tapi minggu ini turun jadi 14. Meski begitu penghasilan dari film ini sudah mencapai US$3,5 juta," katanya.
Tak hanya di Amerika saja film ini diputar. Bahkan, beberapa negara seperti Inggris, Singapura , Korea dan beberapa negara lainnya juga telah berencana membeli hak edar film ini.
"Tapi mengenai pemutarannya, tergantung dari kebijakan masing-masing negara. Karena mereka yang lebih tahu kondisi negaranya, tahu timing yang pas kapan untuk mengeluarkan film itu," kata Ario. (eh)
