« Kembali
Ajaib, Terbangun Setelah 'Tidur' 19 Tahun
Pria yang sempat tak punya harapan hidup itu terbangun di usia 42 tahun.
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
Senin, 6 Desember 2010, 05:45 WIB
Terry Wallis dan saudara perempuannya (AP Photo/ Brian Chilson)
Terry Wallis dan saudara perempuannya (AP Photo/ Brian Chilson)

VIVAnews - Adalah sebuah keajaiban Terry Wallis bisa terjaga dari 'tidur' panjang selama 19 tahun. Cedera parah di otak akibat kecelakaan mobil membuatnya hidup di bangsal panti jompo selama hampir dua dekade.

Otaknya secara perlahan menyembuhkan diri dan membangun koneksi baru pada 2003. Pria yang sempat tak punya harapan hidup itu terbangun di usia 42 tahun. Para ahli medis menilai itu sebagai keajaiban di dunia kedokteran.

"Otak Terry mungkin telah mencari jalur baru untuk membangun kembali hubungan fungsional ke daerah-daerah yang melibatkan bahasa dan kontrol motorik, yang rusak akibat cedera," kata Nicholas Schiff, penulis senior studi tentang kerusakan otak yang terbit dalam Journal of Clinical Investigation seperti dimuat ABCNews.

Meskipun secara teknis sadar, Wallis sempat didiagnosis menderita amnesia akut. Ia merasa dirinya berada di tahun terjadinya kecelakaan, 1980-an. Ia juga kehilangan kemampuan bicara, makan, dan berjalan.

"Pencitraan otak berteknologi tinggi menunjukkan bahwa sel-sel otak di daerah yang relatif tidak rusak perlahan-lahan tumbuh dan saling terhubung selama bertahun-tahun," kata Schiff, yang juga direktur Laboratorium Cognitive Neuromodulation Weill Cornell Medical College, New York.

"Ada kemungkinan pasien yang dalam keadaan transisi sadar, tidak didiagnosis dalam keadaan vegetatif, sehingga tidak mendapat perawatan dan sumberdaya yang lebih baik," kata Giacino, Direktur Asosiasi Neuropsikologi di JFK Johnson Rehabilitation Institute, Edison.

Sebab, sulit mengukur kesadaran pasien yang tidak bisa berbicara, menanggapi suara atau memindahkan kepala mereka meski mata terbuka.

Wallis berusia 22 ketika terluka parah dalam suatu kecelakaan mobil. Setelah koma, dokter memvonis ia akan menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur. Wallis lalu dipindahkan ke sebuah panti jompo.

Sang ibu terus menemani selama Wallis dalam keadaan vegetatif. Dan semua orang terkejut saat Wallis memanggil "Ibu" setelah dua dekade terbaring tanpa daya. Keadaan langka ini dinilai sebagai babak baru dalam penelitian kesadaran di masa depan. Kisah Wallis dibuat dalam sebuah dokumenter berjudul 'The Man Who Sleep 19 Years'.

Baca juga: Sakit Misterius, Air Matanya Berupa Darah & Gadis Cantik Ini Lumpuh Setiap Kali Tertawa

• VIVAlife   |   Share :  
  • elf
    24/01/2011
       Laporkan
    itu penyakit, lupa nama pnykit'y apa | via VIVAnews
  • ancuk
    10/12/2010
       Laporkan
    trus selama 19 thun dia kemana aja ya.. | via VIVAnews
  • reddiez
    08/12/2010
       Laporkan
    sy kurang mengerti penjelasan dr moderatorna,dsitu tertulis Wallis berusia 19 ketika terluka parah,trus terbangun di usia 42 tahun dan tidur' panjang selama 19 tahun artina 19+19=38th,..bener ngk y??koq jd 42th??wah mtk na kurang neh admin na,..wkwkwk | via VIVAnews
  • ady_soka
    06/12/2010
       Laporkan
    ITULAH kasih Ibu - sepanjang zaman...Dalam kondisi prihatin yg sangat sangat mendalam, ia begitu sabar menunggui anaknya yg tak berdaya ditempat tidur. Sadarnya Terry Wallis sendiri setelah 19 th tertidur sakit,merupakan keajaiban dan kuasa sang pencipta. | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com