VIVALIFE

Blue Elephant

Tom yam goongnya ringan tapi bernas dan akan lebih mantap lagi bila diberi bumbu tambahan
Senin, 6 September 2010
Oleh : Laksmi Pamuntjak

2nd floor, FX Plaza Lifestyle X’nter
F2 no. 3
Jl. Jend. Sudirman – Pintu Satu Senayan
Jakarta Selatan
Tel. 2555 4021

Beberapa rembulan lalu, Blue Elephant lahir di Setiabudi Building. Pada waktu itu, gedung tersebut belum jadi kiblat hidangan multinasional seperti sekarang, dan restoran itu menjalankan bisnis yang sibuk tetapi dengan nyawa yang terlalu singkat. Tiba-tiba, ia hilang bagai ditelan Bumi. Kini, dengan begitu saja, ia mendadak muncul kembali di gedung gila ini, tempat orang tak bisa menemukan jalan bahkan dengan bantuan anjing atau alat GPS.

Perwujudan baru ini sekarang hanya separuh dari ukurannya semula. Desain interiornya merupakan campuran ganjil antara kedai kopi (meja marmer, kursi lipat merah yang biasa Anda temui di pesta pernikahan, digabungkan dengan kursi kayu bercat emas) dan sesuatu yang Anda tak yakin apa sebetulnya—Anda cuma bisa bilang bahwa ia punya ruang balkon yang dapat dimiliki oleh institusi mana pun yang bergaya dan bahwa ia tak punya gajah atau pun sentuhan biru yang dapat memenuhi tuntutan namanya. Tapi, dengan gembira saya kabarkan bahwa dapurnya tak kehilangan keunggulannya dan harga di sini cukup bersahabat.

Pilihan saladnya umumnya meletup-letup dengan berbagai rasa—yam ma muang mencapai keseimbangan yang tepat antara manis, pedas, dan asam, dan salad kecipir yang lembut dan bernas dengan manis di"ikat" oleh santan, bawang goreng, dan cabai. Tom yam goong-nya ringan tapi bernas, dan akan lebih mantap lagi bila diberi tambahan bumbu. Ikan goreng dengan saus sambal manis-pedas sungguh otentik dan gagah berani, dan yot mara saya jamin merupakan sajian sayur-mayur hijau yang belum pernah Anda jumpai sebelumnya, ditumis dalam saus tiram dan saus ikan yang ringan dan sungguh membikin ketagihan.

Lewatkan saja hidangan penutupnya, sebagaimana lazimnya di Restoran Thai (kecuali kalau namanya King of Thai) dan pindahlah ke kafe Kopi Luwak di lantai bawah untuk menikmati secangkir kopi.

Harga: Sekitar Rp 300.000 untuk bertiga (lima set sajian)
Jam buka: Senin – Kamis dan Minggu 11.00 – 23.00; Jumat – Sabtu 11.00 – 00.00
Aturan busana: santai
Atmosfer: akrab, banyak cahaya alamiah, santai
Alkohol: tidak ada
Metode pembayaran: menerima semua kartu kredit utama
Diulas pada: April 2009

TERKAIT