« Kembali
Dapur Smart Memasak Lebih Semangat
Menyiapkan masakan untuk keluarga pasti lebih menyenangkan jika dapur bersih dan rapi.
Irma Kurniati
Rabu, 8 Oktober 2008, 11:01 WIB
interior dapur (dok. Corbis)
interior dapur (dok. Corbis)

VIVAnews - Reputasi dapur sebagai ruangan yang kotor dan tersembunyi sudah tidak berlaku. Saat ini, dapur sudah dianggap sebagai jantungnya sebuah rumah. Dapur dengan desain apik dan nyaman bisa menjadi area berkumpul keluarga ataupun menjamu tamu istimewa Anda.

Dapur bersih dan indah adalah cerminan kesehatan keluarga. Di ruangan inilah hidangan untuk seluruh anggota keluarga disiapkan. Jika dapur kotor, tentu masakan yang dihidangkan kurang menggugah selera.

Dari jenisnya, dapur ada dua macam, yaitu dapur basah dan dapur kering (pantry). Dapur basah biasanya menjadi tempat kegiatan yang lebih berat seperti memasak, mencuci piring dan sebagainya. Sedangkan pantry biasanya hanya sebagai tempat kegiatan ringan seperti mencuci buah yang akan dimakan.

Sesuai fungsinya, dapur memiliki beberapa area penting, antara lain area memasak, area meracik bahan, area mencuci, dan area menyimpan barang.

Pengaturan area kegiatan yang efisien didukung dengan desain furnitur kitchen set yang tepat. Saat mendesain furnitur kitchen set, kita harus menyesuaikan dengan ukuran yang standar. Misalnya meja kerja dapur untuk meracik bahan makanan tingginya sekitar 70-85 cm dari permukaan lantai.

Pemilihan material untuk kitchen set juga sangat penting. Material yang digunakan harus tahan panas, kuat menahan beban, mudah perawatannya, mudah dibersihkan dan tidak mudah tergores peralatan memasak.

Selain kebersihan, dapur yang sehat bisa tercipta dari desain sirkulasi udara dan cahaya yang baik. Buatlah bukaan sebagai tempat pertukaran udara. Saluran pembuangan juga harus selalu dibersihkan dari sisa makanan yang bisa menyumbat.

Sesuaikan desain dapur dengan luasan ruang. Perancangan yang tepat akan membuat kegiatan di dapur lebih leluasa.

•    Model linear
Untuk ruangan yang sempit, dapur model ini sangat tepat. Bentuknya yang memanjang sangat praktis untuk dapur mungil. Namun dapur semacam ini ruang geraknya terbatas. Area memasak dan mencuci terletak di satu bidang, jadi harus dibuat pembatas sehingga air keran tidak terciprat ke area kompor.

•    Model huruf L
Dapur model ini cukup lega untuk berkegiatan. Area memasak dan mencuci terletak di bidang yang berbeda, sehingga tidak saling mengganggu. Dapur yang tidak terlalu luas pun bisa mengaplikasikan model ini. Tapi harus diperhatikan sirkulasi ruangnya supaya tidak terasa sesak.

•    Model huruf U
Jika ruangan dapur cukup luas, Anda bisa menerapkan model huruf U. Dengan bentuk dapur seperti ini, Anda lebih leluasa mengatur area yang diperlukan. Ruang penyimpanan pun bisa dibuat lebih besar. Jika memungkinkan, Anda bisa menjadikan salah satu sisi bidang sebagai meja sarapan yang praktis.

•    Model pulau (island)
Gaya ini awalnya diterapkan pada rumah bergaya Eropa yang umumnya menyediakan ruang yang luas untuk dapur. Pada dapur semacam ini biasanya ruang makan sudah menjadi satu di dalamnya. Yang dimaksud dengan island atau pulau adalah meja di tengah dapur. Anda bisa menjadikan meja di tengah ini sebagai tempat kompor atau pun sebagai meja menyajikan dan menikmati masakan.

Apapun model desain dapur, kebersihan harus selalu dijaga agar penghuni tidak enggan masuk dapur. Langsung bersihkan dapur usai memasak. Jangan biarkan sampah bahan masakan dan noda minyak mengotori dapur. Cipratan minyak di kompor, dinding dan lantai harus langsung dibersihkan dengan sabun supaya tidak meninggalkan noda.

Agar suasana dapur lebih cerah, letakkan pernik-pernik yang simpel namun cukup menarik. Anda juga bisa meletakkan tanaman dalam pot di sudut dapur supaya dapur lebih segar.

Jika dapur bersih dan segar, acara memasak pun lebih menyenangkan, bukan?

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com