« Kembali
Pengakuan Seorang Sutradara Pembuat Film Horor
Mengapa Film Komedi Horor Kian Menjamur?
Inilah pengakuan seorang sutradara mengenai fenomena film horor komedi yang kian menjamur.
Irina Damayanti, Gestina Rachmawati
Sabtu, 27 Februari 2010, 17:46 WIB
film suster keramas  
film suster keramas  

VIVAnews - Belakangan ini, layar lebar Indonesia banyak dipenuhi oleh film bertema horor komedi yang kadang 'dibumbui' oleh adegan syur para pemainnya.

Mulai dari 'Suster Keramas', 'Hantu Puncak Datang Bulan' hingga yang baru-baru ini muncul yakni film 'Kain Kafan Perawan'. Tema-tema tersebut kian menjamur dan menjadi tren. Seolah tak ada tema lain yang lebih menarik untuk diangkat. Mengapa?

Sutradara film 'Suster Keramas', Helfi C.H. Kardit rupanya punya alasan sendiri. “Kendala budget menjadi masalah awal. Kalau dibandingkan dengan film Hollywood misalnya, berbeda jauh. Disana support untuk dana besar tak masalah. Kalau disini mencari Rp 2 milyar saja sudah harus putar otak,” ungkap Helfi Kardit saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 27 Februari 2010.

Untuk membuat sebuah produksi film, dibutuhkan modal besar. Pencarian modal tersebut, diakui Helfi, tidaklah mudah. Belum lagi pajak yang dibebankan disektor film yang dinilai sangat tinggi. "Bayangkan, mencari modal awal saja sudah susah, apalagi mengembalikannya bukan?" keluhnya.

Sebagai seorang sutradara, ia ingin agar industri perfilman bisa lebih produktif. Tentunya, tak melulu hanya mrmbuat film bertemakan komedi horor. "Namanya sutradara, harusnya bisa bikin film apa aja," tuturnya.

Lelaki kelahiran Padang ini mengaku baru sekali membuat film 'berbumbu' seks, yakni 'Suster Keramas' yang dibintangi oleh bintang panas asal Jepang, Rin Sakuragi. Film yang dirilis sejak 31 Desember 2009 silam itu berhasil meraup 800.000 penonton. Helfi mengakui bahwa untuk membuat sebuah film dibutuhkan sebuah ide kreatif.

"Kalaupun ada elemen seks didalamnya, hanyalah bumbu semata dan bukan faktor utama, toh saya sudah minta pada pihak bioskop untuk memproteksi bahwa film itu untuk kategori dewasa, itu bagian dari tanggung jawab moral saya, jadi jangan dipikir cuma mengejar materi," tangkis Helfi.

Film horor acapkali mendapat hujatan dari masyarakat. Helfi pun tak menampiknya. Baginya sebuah kreatifitas itu bisa maju karena kritikan. "Tapi harusnya masyarakat bisa lebih dewasa dalam berfikir. Pemerintah juga harus bisa menetapkan batasan yang jelas dalam pornografi," ujar sutradara yang memulai debutnya empat tahun lalu ini.

Idealnya, pemerintah melalui Lembaga Sensor Film juga ikut andil dalam menjamurnya film-film tersebut. "Kan sudah ada LSF yang tugasnya menyensor, mereka harusnya bisa lebih tegas dan serius. Kami juga pasti menghargai apa yang sudah diputuskan oleh LSF," tuturnya.

Helfi menambahkan bahwa ia tak pernah menitikberatkan sebuah film dari sisi idealisme atau komersil. Baginya kedua sisi itu melebur ketika ia merasa enjoy dalam mengerjakan sebuah karya.

"Saya pernah membawa proposal film 'Perang Paderi'. Biaya yang dibutuhkan kira-kira Rp 20 milyar. Tapi investor pasti berpikir, kapan bisa balik biayanya? Begitulah, menyatukan antara kreatif dengan bisnis ternyata adalah hal yang sulit,” ujar Helfi.

"Saya juga pernah membuat film "Mengaku Rasul" dengan plot yang rumit dan akhirnya gagal di pasaran, dan akhirnya produser kehilangan sekian rupiah yang menjadi beban moral buat saya. Sayang juga kalau industri ini malah mati lagi, pasti akan banyak tenaga kerja yang terbuang. Saya yakin ke depannya pasti ada jalan yang terbaik untuk industri film secara utuh," imbuhnya.

Helfi C.H. Kardit memulai debutnya lewat film 'Hantu Bangku Kosong'. Ia pernah menyutradarai 'Arisan Berondong' (2010), 'Suster Keramas' (2009) dan 'Lantai 13'. Rencananya Helfi akan membuat sebuah film berjudul 'True Love' yang mengangkat tema cinta dari sudut pandang yang gelap.

 

• VIVAlife   |   Share :  
  • maarhalim
    01/02/2012
       Laporkan
    Kalau gak budget gak mampu buat filem berkualitas ya jangan bikin film, daripada bikin film merusak moral, mengagungkan prostitusi dan perzinahan dengan mengundang artis bluefilm | via VIVAnews
  • JERRY
    28/12/2010
       Laporkan
    beginilah para sutradara yg kurang berbobot dan kreatif..senangnya yg komedi horor..intinya film tersebut setan yg kocak dan lucu hehehehe.... | via VIVAnews
  • JERRY
    28/12/2010
       Laporkan
    emang kt kebanyakan hobbynya yg horor. jd para sutradara kita boleh dikatakan sdh krg ide. dinegeri kita krg sekali sutradara yg membuat film2 motivasi, pengetahuan, pendidikan, serta film2 yg mendidik.contoh film laskar pelangi..kan otak kita bs dicuci | via VIVAnews
  • corner
    23/12/2010
       Laporkan
    pornografi dan pornoaksi yg di kemas dlm film horor..!! itulah yg sebenarnya!! | via VIVAnews
  • Intan
    27/08/2010
       Laporkan
    hm...aku sih percaya aja..soalnya kan sutradara juga punya otak kreatif dan hati nurani. sebenarnya ga mau begitu, tapi keadaan di lapangan memaksanya buat 'ngalah' aja... industri film indonesia memang belum memungkinkan. :( | via VIVAnews
  • asusu
    08/05/2010
       Laporkan
    si ngomong Helfi C.H "Kendala budget menjadi masalah awal. Kalau dibandingkan dengan film Hollywood misalnya, berbeda jauh. Disana support untuk dana besar tak masalah. Kalau disini mencari Rp 2 milyar saja sudah harus putar otak" emang loe ga pantes jad | via VIVAnews
  • sambong
    27/04/2010
       Laporkan
    itu tndny rakyat ido kuat iman.krn smakin kuat iman smakin kuat pula goda'an. | via VIVAnews
  • sibuya
    01/03/2010
       Laporkan
    heh..heh..heh..kagak takut apa sama saya?!!! moooooooohhhhhhhhhhhhhhhhh.............. | via VIVAnews
  • mallorossi
    01/03/2010
       Laporkan
    Apa yang kreatif film kok gitu2 aja. Murahan. | via VIVAnews
  • Soldat
    28/02/2010
       Laporkan
    Karena rasa takut itu sudah membusuk dalam diri kita semua, sejak diktator Soeharto yang menebarkan benih-benih ketakutan di sekeliling hidup kita. Kan yang nonton film2 horor itu remaja/anak muda generasi yang lahir dari orangtua yg akut rasa takutnya di | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com