VIVALIFE

Kebanjiran, Warga Ngeluruk Rumdin Walikota

200 rumah tergenang banjir akibat proyek PPP.
Sabtu, 20 Februari 2010
Oleh : Arry Anggadha
Warga Kampung Dok, Mayangan ngeluruk rumah dinas Walikota Probolinggo

Surabaya Post - Ratusan warga Kampung Dok, Kelurahan Mayangan, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo ngeluruk rumah dinas (rumdin) Walikota HM. Buchori SH MSi di Jl. Panglima Sudirman Nomor 1, Jumat malam. Mereka mengadu karena sekitar 200 rumah di Kampung Dok tergenang banjir akibat proyek Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP).

Hingga Sabtu 20 Februari 2010 dini hari, ratusan warga mengaku tidak bisa tidur. Warga khawatir muncul air susulan jika pasang laut naik. Aktivitas sebagian warga juga terganggu karena air masih merendam sebagian perkampungan.

Dengan mengendarai 4 truk bak terbuka,  ratusan warga Kampung Dok menuju rumdin walikota kemarin malam. Mereka tidak bisa memasuki halaman rumah dinas di simpang empat karena pintu gerbang langsung dikunci.

Warga pun berteriak-teriak, "Pak Wali, kampung kami banjir, banjir, banjir, ...." Sebagian warga mencoba mendorong dan membanting pintu gerbang. Sejumlah personel polisi dari Polsek Mayangan, Polresta Probolinggo, dan Satpol PP segera mengamankan aksi tersebut.

Hujan deras tidak menghalangi warga untuk beraksi. Teriakan, "Banjir, banjir, banjir, ..." terus mereka lontarkan. "Pak Wali keluar, temui kami yang kebanjiran," ujar seorang warga.

Ketua RW 6 Kampung Dok, Kel. Mayangan, Yuga Sasmita yang menyertai warga akhirnya mendapatkan informasi, kalau walikota tidak bisa menemui warga. "Pak Wali sedang sakit sehingga tidak bisa menemui warga," ujar Yuga.

Warga pun akhirnya 'balik kucing' ke Kampung Dok dengan menaiki 4 truk bak terbuka. Sepanjang perjalanan pulang sejauh sekitar 3 Km dari rumdin walikota, mereka terus berteriak-teriak.

Yuga membenarkan, kampungnya tergenang banjir akibat proyek PPP Mayangan. Proyek Pemprov Jatim itu menimbun saluran drainase yang menghubungkan Kampung Dok menuju laut lepas. "Tercatat, sudah dua kali ini kampung kami tergenang banjir parah. Padahal sebelum ada proyek pelabuhan perikanan itu kampung kami tidak pernah banjir separah ini," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan, hingga Sabtu dini hari ratusan warga Kampung Dok mengaku tidak bisa tidur. Mereka khawatir muncul air susulan jika pasang laut naik.

"Ya terpaksa begadang sepanjang malam. Wong seluruh ruangan di rumah yang saya kontrak ini terendam. Sampai-sampai banyak ikan mujaher masuk ke kamar-kamar," ujar Ihsan, warga Kampung Dok.

Hal senada diungkapkan Abdurahman Saleh, yang terpaksa tidak bisa tidur semalaman. "Kami sekeluarga juga belum makan, karena memang tidak bisa memasak, wong dapur kami kebanjiran," ujarnya.

Laporan: Ikhsan Mahmudi

TERKAIT
TERPOPULER