« Kembali
1 dari 4 Remaja Indonesia Jalani Seks Bebas
Riset pada 1800 responden usia 16-24 tahun ini menghasilkan beberapa fakta mengejutkan.
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
Senin, 18 Januari 2010, 17:24 WIB
konsultasi seks (doc Corbis)
konsultasi seks (doc Corbis)

VIVAnews - Hasil berbagai survei yang dilakukan di Indonesia menyatakan, satu dari empat remaja Indonesia melakukan hubungan seksual pranikah.

Namun, baru-baru ini Kotex BodyLife Knowledge pun melakukan riset di enam negara (Singapura, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina dan India) di Asia. Melalui riset tersebut terungkap, terjadinya hubungan seksual pranikah akibat masih minimnya pengetahuan remaja wanita mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masalah kewanitaannya.

Riset yang dilakukan pada 1800 responden usia 16-24 tahun ini pun menghasilkan beberapa fakta mencengangkan. Di antaranya, ditemukan fakta bahwa seluruh responden di Asia khususnya Asia Selatan, hanya 3 persen dari mereka yang dapat menjawab seluruh pertanyaan seputar pengetahuan tubuhnya dengan benar. Fakta lainnya 8 dari 10 responden perempuan tidak mengetahui jumlah lubang pada organ intimnya.

“Bahkan di era globalisasi ini ditemukan, sebesar 70 persen dari perempuan masih percaya pada mitos yang berlaku. Contohnya, 21 persen percaya, wanita bisa kehilangan keperawanan karena mengayuh sepeda,” kata Andy Iskandar, marketing Manager Feminine Care PT Kimberly-Clark Indonesia dalam acara 'I Know Campaign Koteks', di Djakarta Theater, Senin 18 Januari 2010.

Sementara itu, seorang Ginekolog, dr. Boy Abidin dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading mengatakan, remaja di Indonesia sudah berani bereksplorasi dengan seksualitas mereka. “Fakta ini ditemukan pada remaja SMP dan SMU di Jawa Barat. Hasil penelitiannya 42,3 persen melakukan hubungan seks pertama kali saat di bangku sekolah menengah. Mereka juga mengaku melakukannya berdasarkan rasa saling suka dan tanpa paksaan,” ujarnya menerangkan.

Bahkan lanjutnya, berdasarkan survei yang dilakukan BKKBN pada akhir 2008 menyatakan, 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia melakukan seks pranikah. Dan, para pelaku seks dini itu menyakini, berhubungan seksual satu kali tidak menyebabkan kehamilan.

“Ini merupakan pengetahuan yang salah. Bahaya melakukan hubungan seks dini, selain menyebabkan kehamilan bisa juga menyebabkan kanker serviks,” kata Boy.

Untuk itu dr. Boy berpendapat bahwa menjadi hal penting untuk memberikan pembekalan tentang seks kepada remaja sedini mungkin, agar para remaja perempuan memiliki pengetahuan yang benar dan akurat mengenai tubuh dan aspek-aspek kehidupannya, sehingga tak menjadi salah arah dalam membuat keputusan dalam hidupnya.

• VIVAlife   |   Share :  
  • Udjo
    23/01/2010
       Laporkan
    yaa namanya mendekati kiamat,harus makin rusak dunk... | via VIVAnews
  • kelik
    22/01/2010
       Laporkan
    emang zaman udh edyann,.. manusia sdh kembali ke zaman jahiliah.. NaudzubiLLAH min Dzaliq,.. | via VIVAnews
  • kelik
    22/01/2010
       Laporkan
    emang zaman udh edyann,.. manusia sdh kembali ke zaman jahiliah.. NaudzubiLLAH min Dzaliq,.. | via VIVAnews
  • Ujang
    21/01/2010
       Laporkan
    biar gampang, nikah aja. gak usah kelamaan pacaran | via VIVAnews
  • Mr.cHiiby
    21/01/2010
       Laporkan
    Anak" rMajAa sKarang mUngkiin mLakukan hAl iank bOdoh sPrti iTtu kRna mUngkiin mEreka kUrang pErhatian dRii oRang tUanya, mKaa dRii iTtu agAar tIdak aDda lgi seks bebas untuk pAra orang tua aGar MENJAGA pUtra at pUtri'a sUpaya tDdk terjerumus dLam hUb pRa | via VIVAnews
  • Mr. Happy
    18/01/2010
       Laporkan
    anak2 harus di beri pengetahuan tentang sex tapi rata2 sang mentor pun memberi penyuluhan dengan cara mempraktekannya kepada sang murid..ya sama aja bohong.. | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com