VIVALIFE

Nama Pasundan Eratkan Warga Jawa Barat

Dengan nama Provinsi Pasundan, rasa memiliki warga sangat tinggi.
Jum'at, 30 Oktober 2009
Oleh : Hadi SupraptoInin Nastain

VIVAnews - Penggantian nama Provinsi Jawa-Barat menjadi Provinsi Pasundan dikhawatirkan beberapa kalangan dapat menimbulkan perpecahan antaradaerah yang dalam kehidupan sehari-hari tidak menggunakan Bahasa Sunda.

Setidaknya, selain Bahasa Sunda, terdapat dua bahasa yang digunakan masyarakat Jawa Barat, yakni Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia.

Namun, penggerak seni Subang, Wawan Hermawan, yang akrab dipanggil Abah Renggo itu, membantah perubahan Provinsi Jawa-Barat menjadi Provinsi Pasundan dapat menimbulkan polemik antarwarga di provinsi ini.

Justru dengan penggunaan Pasundan sebagai nama provinsi akan mempererat antarwarga di tanah tatar Pasundan ini.

"Rasa memilki di antara warganya akan sangat besar," kata Abah Renggo di Subang, Jumat 30 Oktober 2009.

Abah menjelaskan, masyarakat di tanah tatar Pasundan seluruhnya menggunakan Bahasa Sunda. Bahasa Sunda sendiri dibagi dua, yaitu Parahyangan dan Wewengkon.

"Nah, untuk mereka yang berada di Cirebon, Depok, Bekasi, dan Bogor ini merupakan masyarakat Pasundan dengan Bahasa Sunda Wewengkon,” katanya.

Sunda Wewengkon merupakan mereka yang satu sama lain saling memahami bahasa yang dimaksud dalam kehidupan sehari-hari, meskipun tidak dalam satu bahasa. Seperti terjadi di Cirebon, kendati mereka tidak menggunakan Bahasa Sunda seperti di Bandung, namun mereka mengerti apa yang dikatakan masyarakat Bandung. 

Menurut Abah, Sunda Wewengkon merupakan hasil interaksi antara masyarakat Pasundan dengan masyarakat Jawa. Masyarakat Cirebon sudah terjadi akulturasi dengan Bahasa Jawa. Namun, mereka masih keturunan Padjajaran, bahkan beberapa daerah yang masuk Provinsi Jawa-Tengah pun sebagian masih turunan Padjajaran.

“Perbedaan bahasa yang digunakan, antara Sunda Parahyangan dengan sunda Wewengkon, merupakan bukti keunikan yang dimilki tanah Pasundan, dan tidak akan menimbulkan konplik dengan peneybutan Provinsi Pasundan“ katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga etnis Sunda yang menamakan Pangauban Ki Sunda Jawa Barat, Kamis malam, 29 Oktober, medeklarasikan Provinsi Pasundan sebagai pengganti Provinsi Jawa-Barat.

Deklarasi yang dilakukan di Wisma Karya, Jalan A Yani, Subang, ini dipimpin lima tokoh adat Sunda, dari Sukabumi, Sumedang, Indramayu, Tasik Malaya, Subang, dan perwakilan dari Banten.

Laporan: Inin Nastain l Subang


TERKAIT
TERPOPULER